INDIVIDU DAN KELUARGA

Posted: January 29, 2011 in Uncategorized

apa sih individu itu ???

Individu adalah unit terkecil yang membentuk suatu sistem masyarakat. Dalam ilmu sosial, individu adalah suatu komponen terkecil dari suatu sistem yang tidak dapat dipisahkan lagi.

Sebagai contohnya ayah, ibu, dll

Manusia sebagai individu tidak dapat berdiri sendiri. Itu dikarenakan manusia adalah mahkluk sosial. Setiap individu memiliki karakteristik dan sifat yang berbeda – beda, namun dikarenakan manusia adalah mahkluk sosial tiap individu tersebut bergabung, saling bersosialisasi secara kontinyu sebagai suatu kesatuan yang disebut masyarakat (baca penduduk,masyarakat,dan kebudayaan pada posting sebelumnya)

Pertumbuhan Individu
Terdapat tiga aliran konsep pertumbuhan yaitu:
1. Aliran asosiasi: pertumbuhan merupakan suatu proses asosiasi yaitu terjadinya perubahan pada seseorang secara bertahap karena pengaruh baik dari pengalaman luar melalui panca indra yang menimbulkan senssation maupun pengalaman dalam mengenal batin sendiri yang menimbulkan reflexions.
2. Aliran psikologi gestalt: pertumbuhan adalah proses diferensiasi yaitu proses perubahan secara perlahan-lahan pada manusia dalam mengenal sesuatu. Pertama mengenal secara keseluruhan, baru kemudian mengenal bagian demi bagian dari lingkungan yang ada.
3. Aliran sosiologi: pertumbuhan merupakan proses perubahan dari sifat mula-mula yang asosial dan social kemudian tahap demi tahap disosialisasikan.
Fase-fasenya, antara lain :
– masa vital
– masa estetik
– masa intelektual
– masa sosial

Lalu apa itu keluarga ? apakah keluarga juga individual yang bergabung sama seperti masyarakat ?

Keluarga adalah kumpulan individu yang masih mempunyai hubungan darah. Keluarga adalah elemen dari masyarakat dan membentuk definisi dari masyarakat itu tersebut.

Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan. Menurut Salvicion dan Celis (1998) di dalam keluarga terdapat dua atau lebih dari dua pribadi yang tergabung karena hubungan darah, hubungan perkawinan atau pengangkatan, dhidupnya dalam satu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain dan didalam perannya masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan suatu kebudayaan.
Pada dasarnya tugas keluarga ada delapan tugas pokok sebagai berikut :
1.    Pemeliharaan fisik keluarga dan para anggotanya.
2.    Pemeliharaan sumber-sumber daya yang ada dalam keluarga.
3.    Pembagian tugas masing-masing anggotanya sesuai dengan kedudukannya masing-masing.
4.    Sosialisasi antar anggota keluarga.
5.    Pengaturan jumlah anggota keluarga.
6.    Pemeliharaan ketertiban anggota keluarga.
7.    Penempatan anggota-anggota keluarga dalam masyarakat yang lebih luas.
8.    Membangkitkan dorongan dan semangat para anggotanya.
Fungsi yang dijalankan keluarga adalah :
1.    Fungsi Pendidikan dilihat dari bagaimana keluarga mendidik dan menyekolahkan anak untuk mempersiapkan kedewasaan dan masa depan anak.
2.    Fungsi Sosialisasi anak dilihat dari bagaimana keluarga mempersiapkan anak menjadi anggota masyarakat yang baik.
3.    Fungsi Perlindungan dilihat dari bagaimana keluarga melindungi anak sehingga anggota keluarga merasa terlindung dan merasa aman.
4.    Fungsi Perasaan dilihat dari bagaimana keluarga secara instuitif merasakan perasaan dan suasana anak dan anggota yang lain dalam berkomunikasi dan berinteraksi antar sesama anggota keluarga. Sehingga saling pengertian satu sama lain dalam menumbuhkan keharmonisan dalam keluarga.
5.    Fungsi Agama dilihat dari bagaimana keluarga memperkenalkan dan mengajak anak dan anggota keluarga lain melalui kepala keluarga menanamkan keyakinan yang mengatur kehidupan kini dan kehidupan lain setelah dunia.
6.    Fungsi Ekonomi dilihat dari bagaimana kepala keluarga mencari penghasilan, mengatur penghasilan sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi rkebutuhan-kebutuhan keluarga.
7.    Fungsi Rekreatif dilihat dari bagaimana menciptakan suasana yang menyenangkan dalam keluarga, seperti acara nonton TV bersama, bercerita tentang pengalaman masing-masing, dan lainnya.
8.    Fungsi Biologis dilihat dari bagaimana keluarga meneruskan keturunan sebagai generasi selanjutnya.
9.    Memberikan kasih sayang, perhatian,dan rasa aman diaantara keluarga, serta membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga.

Lalu apa hubungannya keluarga dengan individual ?

Manusia sebagai mahkluk sosial adalah sebuah individu yang tidak bisa dipisahkan dari apa yang namanya sosialisasi. Sosialisasi tersebut biasa dilakukan oleh tiap individu terhadap individu yang lain secara kontinyu. Karena sosialisasi tersebut, individu – individu tersebut menamakan diri mereka masyarakat. Namun tidak selalu sosialiasi tersebut terjadi antara individu yang tidak memiliki ikatan darah. Individu – individu yang masih memiliki ikatan darah dan kekerabatan disebut keluarga. Keluarga itu tersebut mempunyai berbagai fungsi yang dapat memberikan dampak positif bagi individu tersebut. Banyak fungsi dari keluarga yang dapat membangun karakteristik individu tersebut karena dalam keluarga terjadi sosialisasi yang berbeda dari sosialisasi yang terjadi di luar keluarga. Itu disebabkan karena adanya ikatan darah yang menyebabkan ikatan batin sehingga membuat proses sosialisasi menjadi lebih baik.

Sumber :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s